Rabu, 22 Oktober 2008

MENGUBAH MINDSET MENGUBAH HIDUP ANDA

Oleh: Sugeng Widodo
Praktisi NLP, Praktisi Bioenergi, Penulis, Trainer, dan Staf Ahli Direksi AJB Bumiputera 1912

Salah satu kelebihan manusia dbanding makhluk lain seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan adalah adanya kemampuan berfikir atau pikiran. Pikiran itu bersifat netral. Tergantung pemiliknya untuk apa pikiran itu digunakan. Pikiran bisa mennjadi kendaaran untuk meraih sukses. Pikiran bisa juga menjadi kendaraan yang membawanya menuju kegagalan.

Kemampuan berfikir atau pikiran kita ternyata memiliki kekuatan daya tarik. Apa yang Anda pikirkan cenderung menjadi kenyataan. Tidak peduli apakah sesuatu yang Anda pikirkan itu baik atau buruk. Itu sebabnya, berhati-hatilah dengan pikiran Anda. Pikiran sadar kekuatannya hanya 12% sedang pikiran bawah sadar kekuatannya mencapai 88% dalam mempengaruhi sikap dan tindakan kita. Sikap dan tindakan kita itu mempengaruhi hasil yang kita capai.
Gambaran berikut semoga bisa menjelaskan. Gonjang-ganjing ekonomi dunia yang dipicu oleh krisis oktober 2008 di AS telah mengakibatkan Indek Harga Saham Gabungan rontok di pasar modal di beberapa negara termasuk di Indonesia.

Jika Anda berfikir negatif, ide-ide serta bayangan yang muncul menyangkut ancaman terhadap bisnis Anda. Seperti, jangan-jangan banyak perusahaan kesulitan keuangan. Apa mereka bisa beroperasi di tengah kesulitan likuiditas saat ini. Orang-orang pasti menghemat pengeluaran. Pasti mereka menghemat pengeluaran. Akibatnya? Misalnya, seorang agen asuransi, mungkin mengurangi kegiatan kunjungan ke prospek. Produktivitas pun berkurang dan otomatis komisi juga berkurang. Semangat kerja turun. Duit pun jadi pas-pasan. Biaya hidup makin besar, Anda pun menjadi stres dan bisa berkembang menjadi depresi.

Jika Anda berpikir positif seperti tenang, sabar, fokus, dan tidak tergesa-gesa mengambil keputusan, maka hasilnya bisa berbeda. Munculkan ide-ide atau bayangan yang positif terhadap gejolak harga saham atau krisis ekonomi yang terjadi.

Ide yang positif itu misalnya pemerintah pasti berusaha keras agar krisis ekonomi tetap terkendali. Mereka yang kena dampak krisis itu tidak semua sektor bisnis. Tidak pula semua orang terkena dampak buruk krisis ini. Kemudian ide bisa dikembangkan, sebaiknya cari prospek yang tak terkena dampak buruk krisis ekonomi. Pasti banyak orang yang masih punya duit.
Bayangkan pula hal-hal baik yang terjadi pada Anda. Bayangkan orang-orang yang Anda sukai menerima kunjungan Anda. Penerimaan prospek yang membuat Anda gembira dan semangat.

Intinya, masih banyak peluang di tengah krisis ekonomi. Silakan terus cari ide-ide yang baik. Buatlah perasaan Anda nyaman dan senang, kemudian bekerjalah.

Kalau Anda tertarik untuk memprogram ulang pikiran Anda agar mendukung pencapaian sukses dalam bisnis Anda, beberapa cara berikut ini dapat dilakukan, sebagai berikut:

Buat Kisah Sukses

Setiap orang memiliki pengalaman sukses masing-masing. Agar Anda bisa mengubah pikiran bawah sadar yang memiliki kekuatan 9 kali lipat dari pikiran sadar Anda maka coba buat daftar dan tulislah pengalaman sukses Anda di masa lalu.

Caranya? Buat daftar kurun waktu masing-masing selang 10 tahun dalam usia Anda sejak lahir hingga sekarang. Ingat dan catatlah prestasi yang menunjukkan kisah sukses Anda. Lihat contoh berikut:

CONTOH DAFTAR KISAH SUKSES

Periode Usia dan Kisah Sukses

USIA 1 - 10 TH

1. Juara Kelas I s/d III
2. Menjadi komandan upacara di sekolah

USIA 11 – 20 TH

1. Masuk SMP favorit
2. Menjadi pasukan pengibar bendera
3. Juara kelas 2
4. Diterima di SMU Favorit
5. Terpilih sebagai ketua OSIS di sekolah
6. Kuliah sebagai mahasiswa baru

USIA 21 – 30 TH

1. Menjadi Ketua Senat Mahasiswa
2. Menjadi Juara lomba karya tulis
3. Menjadi Juara lomba pidato
4. Lulus sarjana muda
5. Dikirim sebagai peserta seminar nasional dari kampus
6. Mengikuti pelatihan kader nasional
7. Terpilihh sebagai Ketua HMI (Himpunan Mahasiswa Islam)
8. Diterima bekerja sebagai agen
9. Berhasil meraih produksi dengan premi terbesar di kantor cabang
10. Diangkat sebagai supervisor
11. Menyunting gadis dan menikah
12. Diterima sebagai karyawan
13. Memiliki anak pertama

USIA 31 – 40 TH


1. Pindah kerja ke kantor pusat Jakarta
2. Kuliah dan lulus program S-1
3. Mendapat gelar profesional Ajun Ahli
4. Kuliah dan lulus program S-2
5. Menulis buku keagenan
6. Menjadi redaksi majalah asuransi
7. Mendapat promosi satu tingkat
8. Mengunjungi daerah-daerah seluruh Indonesia.
9. Membeli rumah untuk keluarga
10. Memperoleh sertifikat profesional LUTCF
11. Memiliki anak kedua dan ketiga.
12. Karya tulis dimuat di harian umum
13. Merenovasi rumah

USIA 41 – 50 TH

1. Mendapat promosi menjadi Kabag.
2. Menjadi trainer dari daerah ke daerah
3. Mengikuti workshop sertifikasi praktisi NLP
4. Mengikuti workshop serfitikasi master NLP
5. Mengikuti workshop sertifikasi praktisi dan master bioenergi
6. Membuat blog pribadi
7. Mendapat kesempatan jalan-jalan ke LN
8. Mendapat promosi setingkat Kadep.
9. Mengikuti pelatihan entrepreuner
10. Anak ke-3 masuk SMP negeri favorit
11. Anak ke-2 masuk SMU favorit
12. Anak ke-1 masuk kuliah di sekolah bisnis
13. Mengikuti program pendidikan khusus di AL-Azhar.
14. Mengikuti pelatihan tasawuf modern Bioenergi dan Wisata Hati.
15. Melaksanakan wisata bersama keluarga di tempat favorit.
16. Menulis buku mindset dan spiritualitas
17. Menulis buku keagenan

USIA 51 – 60 TH
Dan seterusnya; BUAT PRESTASI YANG MAU ANDA CIPTAKAN

USIA 61 - 70 TH
Dan seterusnya; BUAT PRESTASI ANDA APALAGI YANG LUAR BIASA

Agar lebih efektif, sebaiknya kisah sukses disusun secara tertulis dan spesifik sehingga dapat pengalaman riel dihadirkan lagi dalam imajinasi. Kisah sukses yang baik adalah yang dapat menghadirkan kejadian detil ketika peristiwa terjadi dalam imajinasi kita termasuk apa yang anda dengar, anda lihat, anda rasakan. Intinya, atmosfir kesuksesan di masa lalu itu dapat diakes kembali kapan saja ketika dibutuhkan, untuk mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap, dan tindakan kita agar mendukung pencapaian sukses-sukses berikutnya.

Dengan sering membaca dan mengenang kisah sukses kita di masa lalu, cepat atau lambat, pikiran dan perasaan kita akan mengalami proses internalisasi pengalaman positif sehingga pada akhirnya nanti terekam di dalam pikiran bawah sadar. Pengalaman positif khususnya posisi pikiran dan hati kita yang kondusif maka secara otomatis sikap dan tindakan kita juga terprogram kondusif secara otomatis membentuk mindset sukses.

GOAL SETTING

Merancang tujuan (goal setting) itu memang perlu agar kita bisa memfokuskan semua energi kita dalam tindakan menuju tujuan yang ditetapkan. Tujuan berhubungan dengan keinginan maupun kebutuhan. Agar efektif maka tujuan yang kita buat hendaknya bukan hanya daftar keinginan saja tetapi merupakan sasaran. Tujuan itu akan lebih kuat apabila mencerminkan kebutuhan kita.
Sebut saja misalnya kita membuat daftar keinginan yang akan diwujudkan pada tahun 2009. Daftar keinginan itu sebaiknya langsung dirumuskan menjadi sasaran untuk dicapai. Selain itu sasaran yang menggerakkan adalah sasaran disertai dengan muatann emosi, seperti contoh berikut:

Keinginan: Saya ingin punya mobil baru

Sasaran: Pada 1 Mei 2009 saya memiliki mobil baru kijang inovasi tipe G warna silver seharga Rp 280 juta.
Sumber dana:
- Komisi produksi baru sebesar Rp 260 juta
- Tabungan yang sudah ada Rp 20 juta

Kebutuhan: Mobil kijang baru adalah kebutuhan saya dan keluarga:
- Saya bisa bekerja dengan tanpa harus kena panas dan hujan.
- Lebih nyaman, aman, dan efisien kalau melakukan perjalanan jauh.
- Saya memiliki citra yang lebih baik.
- Saya dan keluarga menjadi lebih dekat bisa pulang pergi bersama.

Keinginan: Saya ingin merenovasi rumah

Sasaran: Mulai 1 November – 31 Desember 2008 saya merenovasi rumah eksterior maupun interior dengan biaya Rp 150 juta dan tanggal 1 Januari 2010 rumah sudah dengan wajah baru yang lebih modern, asri, dan nyaman.

Sumber dana:
- Komisi produksi baru Rp 150 juta

Kebutuhan: Renovasi rumah adalah kebutuhan saya dan keluarga:
- Untuk memberikan kenyamanan ketika beristirahat, beribadah, dan belajar di rumah.
- Memberikan sarana yang baik untuk pengembangan diri anak-anak berkembang optimal sesuai dengan potensinya.
- Menjaga citra keluarga sehingga apabila ada tamu yang datang dapat diberikan tempat yang layak dan nyaman.

Semakin banyak alasan Anda membutuhkan hal-hal tersebut maka alasan itu menjadi sumber motivasi yang besar untuk meraih tujuan Anda. Jika tidak menemukan alasan yang tepat hingga menggerakkan Anda untuk bertindak, maka perlu dipertimbangkan keinginan tersebut diganti dengan keinginan yang lain. Keinginan yang tidak membuat Anda untuk bertindak tidak ada gunanya. Ubahlah keinginan Anda menjadi sasaran sekaligus menjadi kebutuhan Anda. Jika Anda bisa mengubah keinginan menjadi kebutuhan maka Anda pun terdorong untuk bertindak hingga tujuan tercapai.

REPETISI

Anda setiap hari menjumpai iklan di mana-mana. Apalagi di televisi. Sebuah produk sabun yang harganya tidak lebih dari 10 ribu Rupiah saja diiklankan hingga berkali-kali dalam satu hari dengan biaya iklan ratusan juta Rupiah. Pengulangan (repetisi) itulah prinsip yang digunakan oleh pemasang iklan. Dengan pengulangan diharapkan orang sadar, ingat, dan akhirnya tertarik untuk membeli produk tersebut. Jika makin banyak orang yang melihat iklan sabun tersebut maka peluang untuk dibeli juga makin besar.

Prinsip pengulangan bisa digunakan untuk memprogram ulang pikiran Anda agar melahirkan sikap dan tindakan yang kondusif untuk meraih tujuan Anda. Pesan apa yang akan Anda sampaikan ke dalam pikiran bawah sadar Anda agar mempengaruhi sikap dan tindakan Anda dalam meraih sukses, kekayaan, kesejahteraan, dan kebahagiaan.

Sekedar contoh, mungkin juga Anda pernah mengalami sendiri. Sebelum tidur Anda mengatakan pada diri sendiri, bahwa “Besok pagi saya bangun jam 04.00 untuk persiapan berangkat ke bandara.” Ketika Anda dengan pernuh khitmad memerintahkan diri sendiri agar jam 04.00 bisa bangun, apa Anda bisa bangun? Umumnya kita bisa bangun tepat waktu sesuai dengan perintah tadi. Ingat perintah itu kadang tidak perlu diulang dan cukup hanya satu kali diucapkan.

Contoh itu membuktikan bahwa diri kita, sikap dan tindakan kita bisa diprogram melalui perintah pikiran sadar kepada pikiran bawah sadar. Jika kita mengulang-ulang kalimat tertentu yang bermakna bagi kita. Apabila pikiran bawah sadar berhasil menerima perintah itu, maka pikiran bawah sadar cepat atau lambat pasti dapat mewujudlan perintah itu.

Kadangkala pikiran bawah sadar menolak perintah pikiran sadar karena perintah itu gagal melewati Reticular Activating System (RAS). RAS bagian dari fungsi otak kita yang menyaring perintah atau informasi yang masuk ke pikiran bawah sadar. Agar diterima pikiran bawah sadar kita maka selain berulang-ulang disampaikan dalam bentuk self talk (berbicara dengan diri sendiri) juga perlu diperhatikan pesan, instruksi, atau informasi yang kita sampaikan ke pikiran bawah sadar.

Beberapa ciri kalimat afirmasi yang baik sebagai berikut;
- Dalam bentuk kalimat positif (tidak boleh menggunakan kata ”jangan” )
- Menggunakan kata ”Aku”.
- Perintah bersifat sekarang.

Contoh kalimat afirmasi sebagai berikut:
- ”Betapa senangnya, Aku bisa mendapatkan komisi Rp 100 juta pada akhir bulan Februari 2009”.
- ”Aku sedang berproses untuk mendapatkan komisi Rp 100 juta pada akhir bulan Februai 2009”.

Mengakhiri tulisan ini, sekadar mengingatkan, pada prinsipnya kesuksesan di bidang apapun bisa diprogram. Untuk memprogram kesuksesan kita, yang paling utama adalah memprogram diri kita agar mendukung. Diri kita itu ya pikiran, perasaan, kehendak, sikap, bicara, tindakan, semua itu harus menyatu dan mendukung tercapainya tujuan kita. Caranya, kita ubah dulu mindset kita dengan memberikan perintah yang jelas lewat pikiran sadar kepada pikiran bawah sadar. Tekniknya; lewat kisah sukses, goal setting, dan repetisi sebagaimana dijelaskan di muka. Semoga sukses menyertai kita semua. \****

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar